REAKSI ASAM BASA DAN APLIKASINYA DALAM BIDANG FARMASI
REAKSI ASAM BASA DAN APLIKASINYA DALAM BIDANG FARMASI
Perbedaan antara teori Lewis dan Bronsted-Lowry yaitu :
Lewis dalam suasana tidak berair,sehingga terjadi donor elektron.
Bronsted lowry dan Arhenius suasana berair (larut dalam air)
Kondisi di dalam tubuh pada dasar pemberian obat, pH nya kurang dari 7 itu asam dan lebih dari 7 itu basa. dalam keadaan berpuasa , pH nya hampir 2, sangat asam. dalam keadaan berpuasa meminum obat, tentu obatnya harus stabil dengan pH di dalam lambung. Asam lambung sebagai donor proton akseptornya ion karbonat menerima proton dari asam lambung terbentuk H2CO3 di dalam lambung akan terurai H2O dan CO2, dan CO2 lah yang keluar dalam bentuk sendawa. Trayek pH 3-7di dalam lambung setelah makan. untuk obat ibuprofen efektif digunakan pada rentang pH 4-5.
Promaag umumnya mengandung zat aktif seperti antasida yang bertujuan untuk menetralkan asam lambung. Dalam konteks asam basa, antasida bekerja dengan melepaskan ion-ion basa yang dapat mengikat ion-ion asam dalam lambung. Ini sesuai dengan konsep asam basa Bronsted-Lowry di mana basa dapat menerima proton (H+). Saat seseorang berpuasa, produksi asam lambung cenderung meningkat, dan bagi individu dengan masalah lambung atau maag, ini bisa menyebabkan gejala yang lebih buruk. Promaag membantu meredakan gejala ini dengan menetralkan kelebihan asam. Dalam perspektif asam basa Arrhenius, antasida bertindak sebagai basa yang melepaskan ion hidroksida (OH-) untuk menetralkan ion hidrogen (H+) dalam lambung, membentuk air (H2O). Dengan demikian, promaag membantu menjaga keseimbangan asam basa dalam lambung, mengurangi keasaman yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau iritasi. Konsumsi promaag selama berpuasa dapat memberikan bantuan sementara dari gejala maag karena kemampuannya menetralkan asam lambung, tetapi juga penting untuk memperhatikan dosis yang tepat dan mengikuti petunjuk penggunaan untuk menghindari efek samping atau interaksi obat yang tidak diinginkan.
obat yang disarankan minum setelah makan yaitu :
- Antasida: Antasida seperti magnesium hidroksida atau kalsium karbonat direkomendasikan setelah makan karena dapat membantu mengatasi gangguan lambung, seperti asam lambung berlebih. Antasida bekerja dengan menetralkan kelebihan asam lambung, sehingga mengurangi gejala seperti rasa terbakar pada dada.
- Suplemen Kalsium: Kalsium seringkali lebih baik diserap saat dikonsumsi bersama makanan. Setelah makan, tubuh dapat memanfaatkan kalsium lebih efektif untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan, seperti iritasi lambung.
- Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS): Jika seseorang perlu mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), disarankan untuk melakukannya setelah makan. NSAID seperti ibuprofen dapat meningkatkan risiko iritasi lambung, dan mengonsumsinya setelah makan dapat membantu melindungi lambung dari efek samping tersebut.
Komentar
Posting Komentar