OBAT DENGAN GUGUS AROMATIS DAN KHASIAT OBAT

 

OBAT DENGAN GUGUS AROMATIS DAN KHASIAT OBAT


Gugus aromatis dapat memberikan kontribusi signifikan pada struktur obat dan efek farmakologisnya. Beberapa contoh struktur obat yang menggunakan gugus aromatis termasuk:

- Aspirin: Aspirin (asam asetilsalisilat) adalah obat yang mengandung gugus aromatis fenol. Gugus aromatis ini memberikan sifat analgesik dan antiinflamasi pada obat tersebut.

- Parasetamol: Parasetamol (asetaminofen) juga mengandung gugus aromatis fenol. Gugus ini berkontribusi pada efek analgesik dan antipiretik dari obat tersebut.

- Ibuprofen: Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang mengandung gugus aromatis fenil. Gugus ini berperan dalam mekanisme kerja obat untuk mengurangi peradangan dan nyeri.


perbedaan antara benzene dan furan yaitu :

1. Benzene dan furan memiliki perbedaan struktur yang signifikan. Benzene memiliki cincin heksagonal planar dengan delokalisasi elektron yang kuat di sepanjang cincinnya, sementara furan memiliki cincin lima atom dengan satu atom oksigen yang menggantikan salah satu atom karbon.

2. Perbedaan mendasar dalam aromatisasi antara benzene dan furan terletak pada stabilitas cincin aromatik. Benzene lebih stabil karena memiliki struktur cincin yang lebih besar dan delokalisasi elektron yang lebih baik. Furan, meskipun memiliki sifat aromatik, kurang stabil karena keterlibatan oksigen dalam cincin menyebabkan sedikit gangguan pada delokalisasi elektron di sepanjang cincin.

Dalam furan, cincin karbon yang dapat dikatakan bersifat aromatik adalah cincin lima atom karbon itu sendiri. Cincin ini mengandung satu atom oksigen dan empat atom karbon, dan elektron di sepanjang cincin tersebut berpartisipasi dalam delokalisasi, memberikan sifat aromatik pada struktur ini.

Delokalisasi elektron dalam furan terjadi karena adanya resonansi antara struktur resonan yang berbeda. Dalam struktur furan, elektron pi (π) dari ikatan rangkap ganda di sepanjang cincin dapat berpindah antara dua posisi berbeda:

1. Posisi Oksigen: Elektron dapat berpindah ke atom oksigen dalam cincin, membentuk ikatan rangkap ganda baru antara atom oksigen dan salah satu atom karbon di sebelahnya.

2. Posisi Sebaliknya: Elektron juga dapat berpindah kembali ke posisi awalnya, menyebabkan pergeseran resonansi di sepanjang cincin.

Pergerakan elektron ini antar posisi menyebabkan delokalisasi elektron di sepanjang cincin furan, yang pada gilirannya memberikan sifat aromatik pada struktur tersebut. Hal ini memberikan kontribusi terhadap stabilitas furan dan membedakannya dari struktur non-aromatik.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentuk-bentuk struktur kimia dalam ruang tiga dimensi (sterokimia)

NOMENKLATUR SENYAWA ORGANIK

Ujian Tengah Semester 1 KIMIA ORGANIK